NANGA BULIK, Lamandausega.com– Kecelakaan beruntun yang melibatkan empat kendaraan terjadi di Jalan Trans Kalimantan Km 4, Nanga Bulik, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, tepatnya di dekat RSUD Lamandau pada Rabu 28 Oktober 2026, tepatnya di hari pertama Kota Nanga Bulik diguyur hujan yang cukup deras setelah sekian lama mengalami musim kemarau.
Insiden tersebut melibatkan, truk putih bernomor polisi KH 8342 SE, truk pengangkut crude palm oil (CPO) bernomor polisi KH 8332 GH, serta dua mobil bernomor polisi DA 8805 PX dan DA 8624 WB.
Kasat Lantas Polres Lamandau AKP Din Din Mahmudin, melalui Kanit Gakkum Bripka Nur Halis mengatakan, pihaknya melakukan tes urine terhadap sopir truk putih bernama Iyan, warga Balai Riam, setelah menemukan adanya perubahan dalam keterangan yang disampaikan terkait kronologi kecelakaan.
“Karena keterangannya berubah-ubah, sopir truk putih tersebut kami lakukan tes urine. Saat ini kami masih menunggu hasilnya,” ujar pihak Satlantas Polres Lamandau.
Berdasarkan informasi awal, truk putih KH 8342 SE melaju dari arah Kujan, sedangkan truk CPO yang dikemudikan Suratio (56), dengan nomor polisi KH 8332 GH, datang dari arah berlawanan.
Dalam kejadian tersebut, truk berwarna putih tiba-tiba mengambil jalur truk CPO kemudian tabrakan tidak terhindarkan karena bermuatan berat truk CPO kemudian menabrak dua mobil yang sedang terparkir di badan jalan, masing-masing bernomor polisi DA 8805 PX dan DA 8624 WB.
Pihak kepolisian menyebutkan, Iyan belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut karena diduga masih mengalami trauma setelah kejadian. Oleh karena itu, penyidik masih mendalami kronologi kecelakaan untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
Kasat Lantas Polres Lamandau AKP Din Din Mahmudin menegaskan, pemeriksaan terhadap sopir truk putih masih berlangsung, termasuk menunggu hasil tes urine.
Sementara itu, seluruh kendaraan yang terlibat kecelakaan telah diamankan di Mapolres Lamandau untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan beruntun tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian. Hasil tes urine dan pemeriksaan lanjutan diharapkan dapat membantu mengungkap kronologi kejadian secara menyeluruh. (BLS)

