Tuesday, 18 August 2026

Kibaran Sang Merah Putih di Tengah Rintihan Rakyat Kecil

NANGA BULIK, Lamandausega.com – Bulan Agustus seharusnya menjadi bulan yang penuh kegembiraan. Merah putih berkibar di setiap sudut, lagu-lagu perjuangan terdengar, perlombaan digelar, dan masyarakat menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan penuh suka cita.

Namun, Senin 17 Agustus 2026 terasa berbeda, di balik kibaran Sang Merah Putih, ada pemandangan lain yang terasa di sejumlah sudut Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.

Ada antrean panjang kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) akibat kelangkaan BBM. Setiap hari, masyarakat harus menghabiskan waktu untuk mendapatkan bahan bakar yang menjadi kebutuhan penting dalam menjalankan aktivitas.

Jalanan Kota Nanga Bulik pun terasa tidak seramai biasanya. Bukan karena masyarakat kehilangan semangat untuk merayakan kemerdekaan, tetapi karena BBM yang sulit diperoleh membuat sebagian warga memilih membatasi aktivitas dan perjalanan.

Di sisi lain, pemadaman listrik bergilir juga menjadi bagian dari realitas yang dirasakan masyarakat. Ketika listrik padam dan BBM sulit didapat, aktivitas ekonomi masyarakat kecil ikut terdampak.

Belum selesai dengan persoalan BBM dan listrik, masyarakat juga harus berhadapan dengan kenaikan harga berbagai kebutuhan sehari-hari. Bagi keluarga yang penghasilannya pas-pasan, kenaikan harga bukan sekadar angka di pasar. Ia berarti berkurangnya isi belanja, bertambahnya beban pengeluaran, dan semakin sulitnya memenuhi kebutuhan keluarga.

Ironi itu semakin terasa ketika kita melihat para pedagang bendera dan pernak-pernik kemerdekaan yang berjualan di sudut-sudut jalan.

Mereka hadir membawa warna merah putih, menawarkan simbol-simbol kemerdekaan kepada masyarakat. Tetapi di balik dagangan yang dipajang, ada cerita tentang sepinya pembeli dan minimnya pendapatan.

Bagi mereka, bulan Agustus semestinya menjadi momentum untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Namun tahun ini, kondisi terasa berbeda.

Masyarakat yang sedang menghadapi tekanan ekonomi tentu akan lebih berhati-hati mengeluarkan uang. Membeli bendera dan pernak-pernik kemerdekaan mungkin tetap penting sebagai bentuk kecintaan terhadap negeri, tetapi kebutuhan pokok sering kali harus ditempatkan lebih dahulu.

NKRI merayakan kemerdekaan ke-81 tahun ini, mengenang dan penghormatan tertinggi untuk para pahlawan tetap ada disanubari, hal itu ditunjukkan masyarakat dengan memasang bendera merah putih di halaman rumah mereka, namun dalam realita keseharian tidak dapat dipungkiri bahwa permasalahan kebutuhan dasar seperti BBM, listrik dan tingginya harga kebutuhan pokok belum mencerminkan kata sejahtera di negara yang telah merdeka sejak 81 tahun yang lalu.

Opini Oleh : Bintang Rahmadi

LAMANDAUSEGA